Saat ini seperti yang kita ketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah sekitar 25% dari awal tahun (Januari 2013 1$/Rp. 9.600, sedaangkan 1 desember 1$/Rp. 12.000). Mungkin orang awam tidak begitu peduli dengan hal ini. Namun ini tentu menjadi hal yang sangat diwaspadai bagi pengusaha, investor dan beberapa orang yang setiap harinya menjalankan bisnisnya. Tentu saja mereka tidak mau gulung tikar seperti ketika tahun 1998 bukan? Krisis memang bisa terjadi kapan saja ketika keadaan ekonomi seperti saat ini.
Dolar yang semakin menguat memang disebabkan karena Amerika telah berhasil keluar dari krisis yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Amerika juga berhasil mengurangi angka pengangguran disana sehingga mereka menarik stimulus yang sebelumnya diberikan kepada beberapa Negara di Asia. Dengan penarikan stimulus ini tentu sangat berdampak bagi keadaan ekonomi dan perdagangan di Asia sendiri.
Beberapa Efek Kenaikan Dolar
Saat ini seperti yang kita ketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat melemah dari waktu ke waktu. Mungkin orang awam tidak begitu peduli dengan hal ini. Namun ini tentu menjadi hal yang sangat diwaspadai bagi pengusaha, investor dan beberapa orang yang setiap harinya menjalankan bisnisnya. Tentu saja mereka tidak mau gulung tikar seperti ketika tahun 1998 bukan? Krisis memang bisa terjadi kapan saja ketika keadaan ekonomi seperti saat ini.
Dolar yang semakin menguat memang disebabkan karena Amerika telah berhasil keluar dari krisis yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Amerika juga berhasil mengurangi angka pengangguran disana sehingga mereka menarik stimulus yang sebelumnya diberikan kepada beberapa Negara di Asia. Dengan penarikan stimulus ini tentu sangat berdampak bagi keadaan ekonomi dan perdagangan di Asia sendiri.
Tidak hanya rupiah yang memang melemah namun hampir semua nilai mata uang asing kecuali dolar, melemah. Hal ini tentu bukan tanpa dampak atau efek, ketergantungan Indonesia terhadap barang impor akan membuat kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya produksi tinggi. Apalagi kebutuhan pokok Indonesia masih tergantung pada impor seperti kedelai, tepung gandum, BBM, daging sapi, dll, kondisi ini merupakan menjadi ancaman bagi perekonomian Indonesia.
Pelemahan Rupiah juga bisa menjadi peluang untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia. Di mata asing pelemahan Rupiah membuat harga produk kita murah, sehingga bisa meningkatkan ekspor ke luar negeri. Produk-produk import yang mahal seharusnya akan meningkatkan kreatifitas Bangsa Indonesia untuk menciptakan produk-produk subtitusi import dan meningkatkan indsutri dalam negeri.
source : http://www.teropongbisnis.com
Sekian tentang kenaikan kurs uang dollar terhadap rupiah, semoga bermanfaat bagi kita semua. Adios!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar